puisi

Januari 15, 2008 at 7:42 am (Delviaethika)

cinta…….. suatu ungkapan indah
lebih indah jika ianya di rasai oleh naluri yang suci.
Syukur….. cuahan yang perlu di lapazkan
di kala diri di karuniakan seorang gadis penawar jiwa
namu………………….
pergaulan kita ada batasanya hallal dan haram hukum yang nyata
bagi terhindar dosa ke hadrat ilahi
doa dan zikir agar di limpahi rahmatnya
dan hubungan dua insan agar tugu cinta yang terbina di hiasi dengan tiang agama
di sulami dengan benang takwa
biar cinta yang bersemi menjadi cinta yang luhur berdasarkan iman yang kukuh
karena cinta ini yang aku dambakan dari seorang wanita
yang berpaut kukuh pada segala hukum yang termaktub dari illahi robi
untuk sebuah hub yang suci ………

di mankah keindahan cinta kita
duhai kekasihku kita di tanya di mankah ke indahan cinta kita?
Adakah pada kesahduan kisah kasih kita atau kemerduan lagu rindu karenanya ?
Sesungguhnya buka ituh jawabanya duhai kekasihku
semuanya wadah cinta kasih kita bukan karena penantian pertemuan yang tak kunjung tiba
atau pada kerinduan memamah usia.
Duhai kekasihku yang aqu cintai karena alloh swt penawar jiwa
indah cinta……. demi mengarungi lautan dalam tak terduga
demi mengharap keredaan alloh swt jua,penat lelah dan pahit getirnya
dengan keringat dan air mata
itulah indahnya kisah cinta kita …..

rindu………..
perasaan anugrah dari alloh swt
tampaknya hati ini seakan bungkam tiada rasa,
rindu semakin mencekam di jiwa ketika merindu kekasih hati
takkala berteleku sendirian di keheningan malam
di iringi titisan manik manik jernih
karena rindu diri ini tunduk penuh kesanyuan titik hitam
yang telah bersarang karena rindu diri ini
jauh berlari dari lilitan godaan dunia
yang penuh dengan sandiwara
karena rindu diri ini tabah
menghadapi godaan dunia
walau tak segagah saidina Hamzah
tak setaat saidatina Khadijah dan
tidak segigih perjuangan sumayyah
namun karena rindu diri ini terus mengharap agar di terangi cahaya iman
bagi penyuluh jalan kehidupan
karena rindu ini yang ku dambakan untukmu
kekasih hati dan kekasih abadi tuhan sekalian alam.

Sudikah kau terima cintaku ……..
duhai sayangqu yang ku cinta
cinta yang ku tawarkan untukmu jua
bukan cinta palsu berbaut dusta
jauh sekali kata kata palsu penuh nista
karena ku tau……………….
kau takan sedia menerima
sebuah cinta berdasarkan nafsu hina
wahai sayangku insan yang ku sanjungi
kumohon darimu dengan rendah hati
suatu ikrar taat setia untuk insan bernama suami
sudihkah sayangku menjadi istri
berdasarkan takwa insan yang melata di bumi
yang kita cari selama ini…………
sayangqu pasti bertanya .??????
kemanah bahtera hendak ku bawa ?
Akan aku jawab dengan gembira
“ berlayar di lautan penuh gelora”
“paduan al quran jadi kompasnya”
“sunah nabi jadi petanya”
insyalloh lulus urusan segala
maka sudikah cintaku menerimanya?

Teringat pada serpihan masa lalu
dan terukir di relief hatiku
untukmu di hari ini dan selamanya
aku mencintai dari lubuk hati
sampai hening jiwa surut ke dalam samudra
yang kita cipttakan dan mengapah kau ragu
untuk melangkah bersamanku
padahal jemari ini erat memeluk bening hatimu
sebagai bait janji untuk mencintaimu utuh
dengan segala yang ada
segala kekurangan segala kelebihan yang ada
aku resah bila ku tak mampu meyakinkan hatimu
sedangkan aqu inigin jadi malaikat mimpimu dalam tidur
dalam hari hari sepimu……. dan kau pernah berhenti melangkah
di lorong yang kita lewati.
Aqu ingin kau tetap di sisiku dalam gelap
dalam cahaya terang hidupmu
aqu ingin pinjamkan hatiku di saat kau sedih dan luka
agar kau bisa merasakan cintaku terhadap dirimu betapa besarnya
kau pernah ragukan kesetianku tuk mencintaimu
padahal tak sekelimut niatku tuk berpaling jauh darimu
karena hatiku yang telah tersesat di aliran darah nadimu
sejalan dengan hati dan perasaanmu dan selamanya akan tersesat
aqu takan pernah meninggalkanmu takan pernah selangkahpun…..
berlalu darimu
aqu mencintaimu dan teteap mencintaimu selamanya
hati ini untukmu untukmu…….dan untukmu
takan terbagi selain alloh swt ibu dan dirimu
aqu ingin menjaga dirimu sampai napas ini berakhir
I LOVE U sayang I’llnever leave you promise

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar