<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>olievia</title>
	<atom:link href="http://olievia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://olievia.wordpress.com</link>
	<description>Assalamualaikum warohmatullohi  wabarokatuh                                       سالام      صْلِحِين</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jan 2008 07:42:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='olievia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>olievia</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://olievia.wordpress.com/osd.xml" title="olievia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://olievia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>puisi</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2008/01/15/puisi/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2008/01/15/puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jan 2008 07:42:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Delviaethika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2008/01/15/puisi/</guid>
		<description><![CDATA[cinta&#8230;&#8230;.. suatu ungkapan indah lebih indah jika ianya di rasai oleh naluri yang suci. Syukur&#8230;.. cuahan yang perlu di lapazkan di kala diri di karuniakan seorang gadis penawar jiwa namu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. pergaulan kita ada batasanya hallal dan haram hukum yang nyata bagi terhindar dosa ke hadrat ilahi doa dan zikir agar di limpahi rahmatnya dan hubungan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=40&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>
cinta&#8230;&#8230;.. suatu ungkapan indah<br />
lebih indah jika ianya di rasai oleh naluri yang suci.<br />
Syukur&#8230;.. cuahan yang perlu di  lapazkan<br />
di kala diri di karuniakan seorang gadis  penawar jiwa<br />
namu&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
pergaulan kita ada batasanya hallal dan haram hukum yang nyata<br />
bagi terhindar dosa ke hadrat ilahi<br />
doa dan zikir agar di limpahi rahmatnya<br />
dan hubungan dua insan agar tugu cinta yang terbina di hiasi dengan tiang agama<br />
di sulami dengan benang takwa<br />
biar cinta yang bersemi menjadi cinta yang luhur berdasarkan iman yang kukuh<br />
karena cinta ini yang aku dambakan dari seorang wanita<br />
yang berpaut kukuh pada segala hukum yang termaktub dari illahi robi<br />
untuk sebuah hub yang suci &#8230;&#8230;&#8230; </p>
<p>di mankah keindahan  cinta kita<br />
duhai kekasihku kita di tanya  di mankah ke indahan cinta kita?<br />
Adakah pada kesahduan kisah kasih kita atau kemerduan lagu rindu karenanya ?<br />
Sesungguhnya buka ituh jawabanya duhai kekasihku<br />
semuanya wadah cinta kasih kita bukan karena penantian pertemuan yang tak kunjung tiba<br />
atau pada kerinduan memamah usia.<br />
Duhai kekasihku yang aqu cintai karena alloh swt penawar jiwa<br />
indah cinta&#8230;&#8230;. demi mengarungi lautan  dalam tak terduga<br />
 demi mengharap keredaan alloh swt jua,penat lelah dan pahit getirnya<br />
dengan keringat dan air mata<br />
itulah indahnya kisah cinta kita &#8230;..</p>
<p>rindu&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
perasaan  anugrah dari alloh swt<br />
tampaknya hati ini seakan bungkam tiada rasa,<br />
rindu semakin mencekam di jiwa ketika merindu kekasih hati<br />
takkala berteleku  sendirian di keheningan malam<br />
di iringi titisan manik manik jernih<br />
karena rindu diri ini tunduk penuh kesanyuan  titik hitam<br />
yang telah bersarang karena rindu diri ini<br />
jauh berlari dari lilitan godaan dunia<br />
yang penuh dengan sandiwara<br />
karena rindu diri ini tabah<br />
menghadapi godaan dunia<br />
walau tak segagah saidina Hamzah<br />
tak setaat saidatina Khadijah dan<br />
tidak segigih  perjuangan sumayyah<br />
namun karena rindu diri ini terus mengharap agar di terangi cahaya iman<br />
bagi penyuluh  jalan kehidupan<br />
karena rindu ini yang ku dambakan untukmu<br />
kekasih hati  dan kekasih abadi tuhan sekalian alam.</p>
<p>Sudikah kau terima cintaku &#8230;&#8230;..<br />
duhai sayangqu yang ku cinta<br />
cinta yang ku tawarkan untukmu jua<br />
bukan cinta palsu berbaut dusta<br />
jauh sekali kata kata palsu penuh nista<br />
karena ku tau&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
kau takan sedia menerima<br />
sebuah cinta berdasarkan nafsu hina<br />
wahai sayangku insan yang ku sanjungi<br />
kumohon darimu  dengan rendah hati<br />
suatu ikrar taat setia untuk insan bernama suami<br />
 sudihkah sayangku menjadi istri<br />
berdasarkan takwa insan yang melata di bumi<br />
yang kita cari selama ini&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;<br />
sayangqu pasti bertanya .??????<br />
kemanah bahtera hendak ku bawa ?<br />
Akan aku jawab dengan gembira<br />
“ berlayar di lautan penuh gelora”<br />
“paduan al quran jadi kompasnya”<br />
“sunah nabi jadi petanya”<br />
insyalloh lulus urusan segala<br />
maka sudikah cintaku menerimanya?</p>
<p>Teringat pada serpihan masa lalu<br />
dan terukir di relief hatiku<br />
untukmu di hari ini dan selamanya<br />
aku mencintai dari lubuk hati<br />
sampai hening jiwa surut ke dalam samudra<br />
yang kita cipttakan dan mengapah kau ragu<br />
untuk melangkah bersamanku<br />
padahal jemari ini erat memeluk bening hatimu<br />
sebagai bait janji untuk mencintaimu utuh<br />
dengan segala yang ada<br />
segala kekurangan   segala kelebihan yang ada<br />
aku resah bila ku tak mampu meyakinkan hatimu<br />
sedangkan aqu inigin jadi malaikat mimpimu dalam tidur<br />
dalam hari hari sepimu&#8230;&#8230;. dan kau pernah berhenti melangkah<br />
di lorong yang kita lewati.<br />
Aqu ingin kau tetap di sisiku dalam gelap<br />
dalam cahaya terang hidupmu<br />
aqu ingin pinjamkan hatiku di saat kau sedih dan luka<br />
agar  kau  bisa  merasakan cintaku  terhadap dirimu  betapa besarnya<br />
kau pernah ragukan kesetianku tuk mencintaimu<br />
padahal tak sekelimut  niatku tuk berpaling jauh darimu<br />
karena hatiku yang telah tersesat di aliran darah nadimu<br />
sejalan dengan hati dan perasaanmu dan selamanya akan tersesat<br />
aqu takan pernah meninggalkanmu takan pernah selangkahpun&#8230;..<br />
berlalu darimu<br />
aqu mencintaimu dan teteap mencintaimu  selamanya<br />
hati ini untukmu untukmu&#8230;&#8230;.dan untukmu<br />
takan terbagi selain alloh swt  ibu  dan dirimu<br />
aqu ingin menjaga dirimu sampai napas ini berakhir<br />
I LOVE  U sayang I&#8217;llnever leave you promise </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=40&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2008/01/15/puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>malam tanggal 25 november 2007 aqu memasuki umur yg ke 21</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/26/malam-tanggal-25-november-2007-aqu-memasuki-umur-yg-ke-21/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/26/malam-tanggal-25-november-2007-aqu-memasuki-umur-yg-ke-21/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Nov 2007 01:56:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[OLie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/26/malam-tanggal-25-november-2007-aqu-memasuki-umur-yg-ke-21/</guid>
		<description><![CDATA[pada tanggal 25 november 2007 tepatnya tanggal 15 Dzulqaidah 1428 H tepatnya hari ul;ang tahun quu,subhannallah malam ituh aqu takjub melihat bulan purnama yang begituh indah menyinari dnuia ini menjadi indah seakan akan alam menyambut hari ulang tahun aqu,aqupun berencana malam ituh tdk mau tdr ingin terus melihat indahnya malam ,begituh indahnya awan sekan2 menari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=39&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i66.photobucket.com/albums/h254/solihin_cute/bulanpurnama.jpg" alt="Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket" style="width:617px;height:180px;" border="0" height="216" width="617" /></p>
<p>pada tanggal 25 november 2007 tepatnya tanggal 15 Dzulqaidah 1428 H tepatnya hari ul;ang tahun quu,subhannallah malam ituh aqu takjub melihat bulan purnama yang begituh indah menyinari dnuia ini menjadi indah seakan akan alam menyambut hari ulang tahun aqu,aqupun  berencana  malam ituh  tdk mau tdr ingin  terus melihat indahnya malam ,begituh indahnya awan sekan2 menari nari mengelilingi dunia di  iuti suara jangkrik  kodok  dkk yang  membuat  suasana malam semakin sunyi,,,ulang tahun  ini  sangant indah  tahun ini tak  biasa  aqu merayakan  ulang  tahun tapi  malam  itu  seakan  alam  merayakan  hari kelahiran aqu,tersikab pikiran  apahkan   waktu aqu  lahir  21 tahun yang  lalu apakan seindah  ini  bulan  purnamanya?banyak  harapan di usia  aqu  yg semakin menua ini  agar  lebih  bisa  madiri dewasa dan arif  lebih baik dan  bisa membawa  diri  ke arah yg  lebih baik pastinya.</p>
<table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="493">
<tr>
<td>
<p align="right"><img src="http://www.dudung.net/images/quran/2/2_96.png" border="0" /></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="quranlatin">
<p align="justify">walatajidannahum a<u>h</u>ra<u>sh</u>a <strong>al</strong>nn<u>aa</u>si &#8216;al<u>aa</u> <u>h</u>ay<u>aa</u>tin wamina <strong>al</strong>la<u>dz</u>iina asyrakuu yawaddu a<u>h</u>aduhum law yu&#8217;ammaru <strong>a</strong>lfa sanatin wam<u>aa</u> huwa bimuza<u>h</u>zi<u>h</u>ihi mina <strong>a</strong>l&#8217;a<u>dzaa</u>bi an yu&#8217;ammara wa<strong>al</strong>l<u>aa</u>hu ba<u>sh</u>iirun bim<u>aa</u> ya&#8217;maluun<strong>a</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="justify"><strong>[2:96]</strong> Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi <font color="#0000ff"><strong>umur</strong></font> seribu tahun, padahal <font color="#0000ff"><strong>umur</strong></font> panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (<strong>AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 96</strong>)</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="493">
<tr>
<td>
<p align="right"><img src="http://www.dudung.net/images/quran/35/35_11.png" border="0" /></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td class="quranlatin">
<p align="justify">wa<strong>al</strong>l<u>aa</u>hu khalaqakum min tur<u>aa</u>bin tsumma min nu<u>th</u>fatin tsumma ja&#8217;alakum azw<u>aa</u>jan wam<u>aa</u> ta<u>h</u>milu min unts<u>aa</u> wal<u>aa</u> ta<u>dh</u>a&#8217;u ill<u>aa</u> bi&#8217;ilmihi wam<u>aa</u> yu&#8217;ammaru min mu&#8217;ammarin wal<u>aa</u> yunqa<u>sh</u>u min &#8216;umurihi ill<u>aa</u> fii kit<u>aa</u>bin inna <u>dzaa</u>lika &#8216;al<u>aa</u> <strong>al</strong>l<u>aa</u>hi yasiir<strong>un</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="justify"><strong>[35:11]</strong> Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan <font color="#0000ff"><strong>umur </strong></font>seorang yang ber<font color="#0000ff"><strong>umur </strong></font>panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah. (<strong>FAATHIR (PENCIPTA) ayat 11</strong>)</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p>Hari hari lewat, pelan tapi pasti<br />
Hari ini aku menuju satu puncak tangga  yang baru<br />
Karena aku akan membuka lembaran baru<br />
Untuk sisa jatah umurku  yang baru…</p>
<p>Daun gugur satu-satu<br />
Semua terjadi karena ijin Allah<br />
Umurku bertambah  satu-satu<br />
Semua terjadi karena ijin Allah</p>
<p>Tapi… coba aku tengok kebelakang<br />
Ternyata aku masih banyak  berhutang<br />
Ya, berhutang pada diriku…<br />
Karena ibadahku masih pas-pasan…</p>
<p>Kuraba dahiku…<br />
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk<br />
Kutimbang  keinginanku….<br />
Hmm… masih lebih besar duniawiku</p>
<p>Ya Allah….<br />
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun  depan?<br />
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama  di tahun depan?<br />
Masihkah aku diberi kesempatan?</p>
<p>Ya Allah….<br />
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku<br />
Rasa sedih yang  mendalam adalah penyesalanku<br />
Astagfirullah…</p>
<p>Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan<br />
Ijinkan hambaMU ini, mulai  hari ini lebih khusyuk dalam ibadah…<br />
Timbangan dunia dan akhirat hamba  seimbang…<br />
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu…</p>
<p>Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana…<br />
Hamba sangat ingin melihat  senyumMu di sana…<br />
Ya Allah,<br />
Ijikanlah…..</p>
<p>Dedicated to people who celebrate the definite cycle on their life….</p>
<p>Rentang waktu</p>
<p>terkadang membuat kita lupa</p>
<p>bahwa kita semakin dewasa</p>
<p>Rentang waktu</p>
<p>terkadang membuat kita lupa</p>
<p>bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa</p>
<p>Rentang waktu</p>
<p>terkadang membuat kita sadar</p>
<p>bahwa kita hanya manusia</p>
<p>yang tak punya apa-apa</p>
<p>selain jasad yang tak berguna</p>
<p>Rentang waktu</p>
<p>terkadang membuat kita sadar</p>
<p>bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa</p>
<p>melainkan hati yang ada di dalam dada</p>
<p>dan amal jasad yang lata</p>
<p>Walau Einstein berkata bahwa rentang waktu itu berbeda</p>
<p>tergantung dalam keadaan apa kita berada</p>
<p>Namun Tuhan telah berkata,</p>
<p>“Hanya Akulah yang tahu umur manusia”.</p>
<p>Sekular barat berkata,</p>
<p>“Waktu adalah dollar di dalam kantung”</p>
<p>Namun Hasan Al-Bana berkata,</p>
<p>“Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.</p>
<p>Waktu…..</p>
<p>Alam terus menari dalam simfoninya</p>
<p>Waktu…..</p>
<p>Umur manusia didikte olehnya</p>
<p>Waktu….. setiap detaknya</p>
<p>memakukan kita di persimpangan jalan</p>
<p>jalan Tuhan atau jalan setan</p>
<p>Rentang waktu…..</p>
<p>semoga tak melalaikan kita</p>
<p>tuk terus berjalan di jalan-Nya<br />
<!-- text above generated by server. PLEASE REMOVE -->margin-bottom:.0001pt; 	page-break-after:avoid; 	font-size:12.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	color:blue; 	margin-left:0in; margin-right:0in; margin-top:0in}  p.MsoNormal 	{mso-style-parent:&#8221;"; 	margin-bottom:.0001pt; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&#8221;Times New Roman&#8221;; 	margin-left:0in; margin-right:0in; margin-top:0in} &#8211;&gt;</p>
<p align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%">
<tr>
<td width="38%">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p><!-- text above generated by server. PLEASE REMOVE -->&lt;3&#8243;&gt; <!-- h1 	{margin-bottom:.0001pt; 	page-break-after:avoid; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	color:blue; 	margin-left:0in; margin-right:0in; margin-top:0in}  p.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-bottom:.0001pt; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	margin-left:0in; margin-right:0in; margin-top:0in} --></p>
<p align="center">
<table style="border-collapse:collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%">
<tr>
<td width="38%">&nbsp;</td>
</tr>
</table>
<p align="justify">&nbsp;</p>
</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=39&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/26/malam-tanggal-25-november-2007-aqu-memasuki-umur-yg-ke-21/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i66.photobucket.com/albums/h254/solihin_cute/bulanpurnama.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/quran/2/2_96.png" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dudung.net/images/quran/35/35_11.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Orang Baik Belum Tentu Masuk Surga ?</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/16/benarkah-orang-baik-belum-tentu-masuk-surga/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/16/benarkah-orang-baik-belum-tentu-masuk-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 06:45:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[OLie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/16/benarkah-orang-baik-belum-tentu-masuk-surga/</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah Orang Baik Belum Tentu Masuk Surga ?         Apakah Bunda Theresa yang sepanjang usia nya dibaktikan untuk umat miskin India harus masuk neraka ? Apakah Paus Paulus II yang pernah menjamu calon pembunuhnya dengan baik hingga si calon pembunuhpun membatalkan rencana pembunuhan tersebut juga tak pantas masuk surga ? Apakah Mahatma [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=38&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" width="85%" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:85%;" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td vAlign="top" style="padding:0;"><font size="3" color="#880000" face="Times New Roman"><span style="font-size:12pt;color:#880000;">Benarkah Orang Baik Belum Tentu Masuk Surga ?</span></font> </p>
<table border="0" cellPadding="0" cellSpacing="0" class="MsoNormalTable">
<tr style="height:7.5pt;">
<td height="10" style="height:7.5pt;padding:0;"><font size="1" face="Times New Roman"><span style="font-size:8pt;"> </span></font></td>
</tr>
</table>
<p><font size="3" face="Times New Roman"><span style="font-size:12pt;"></span></font></td>
<td style="padding:0;"><font size="3" face="Times New Roman"><span style="font-size:12pt;"> </span></font></td>
</tr>
</table>
<p><font size="3" face="Times New Roman"><span style="display:none;font-size:12pt;"> </span></font></p>
<table border="0" width="100%" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:100%;" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td style="padding:0;"><font size="3" face="Times New Roman"><span style="font-size:12pt;"> </span></font></p>
<p align="center">
<table border="0" width="85%" cellPadding="0" cellSpacing="0" style="width:85%;" class="MsoNormalTable">
<tr>
<td style="padding:0;">
<p class="MsoNormal"><font size="3" face="Times New Roman"><span style="font-size:12pt;">Apakah Bunda Theresa yang sepanjang usia nya dibaktikan untuk umat miskin </span></font>India harus masuk neraka ? Apakah Paus Paulus II yang pernah menjamu calon pembunuhnya dengan baik hingga si calon pembunuhpun membatalkan rencana pembunuhan tersebut juga tak pantas masuk surga ? Apakah Mahatma Gandi yang secara lembut, sabar dan selalu menggunakan jalan damai untuk membela kemerdekaan rakyat India juga harus masuk neraka ? Bagaimana pula dengan sebagian dari milyaran umat manusia non Islam yang baik hati, apakah mereka harus masuk neraka dibanding sebagian dari milyaran umat Islam tapi buruk perilakunya ?</p>
<p><strong><span style="font-weight:bold;">Apakah Akhlak Menentukan Seseorang Masuk Surga atau Tidak ?</span></strong></p>
<p>Ada satu jawaban yang singkat, jelas dan tegas untuk pertanyaan tersebut yaitu, <em><span style="font-style:italic;">“kalau memang akhlak dijadikan patokan oleh Tuhan untuk menentukan pantas tidaknya seseorang masuk surga, maka agama tidak diperlukan lagi di muka bumi ini”</span></em><br />
Kalau memang akhlak kriteria utama menentukan masuk surga atau tidaknya seseorang, maka untuk apa lagi agama, karena tanpa agama saja orang bisa berbuat baik. Di negeri atheis seperti di Rusia, China, atau di negeri sekuler seperti Eropa dan Amerika, ditemukan banyak orang yang tak beragama tapi memiliki akhlak yang luar biasa baiknya. Tidak usah jauh-jauh, pasti kita sering menemukan diantara teman atau tetangga kita akhlaknya sangat baik, ia mengaku punya agama tapi tak pernah sholat atau ke gereja, tapi nyatanya akhlaknya lebih baik dari umat Islam yang rajin beribadah.</p>
<p>Sifat baik adalah fitrah yang diberikan Allah sejak kita didalam kandungan. Fitrah (sifat-sifat baik) adalah kecenderungan manusia untuk berbuat kebaikan, seperti halnya binatang buas diberi Allah kecenderungan untuk bersifat buas, mereka akan tetap buas walaupun manusia berusaha menjinakkannya. Hawa nafsu dan pilihan manusia sendiri yang membuat seorang manusia menjadi jahat dan berperilaku buruk.</p>
<p>Dalam sebuah hadits qudsi Allah SWT berfirman : <em><span style="font-style:italic;">“Sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan hanif (lurus) semuanya. Dan sesungguhnya mereka didatangi oleh setan yang menyebabkan mereka tersesat dari agama mereka” </span></em>(HR Muslim).<br />
Allah menganugerahi manusia kesempatan untuk memilih yang baik atau yang buruk sesuai firman Allah : <em><span style="font-style:italic;">“Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. </span></em>(QS, Al-Balad 90 : 10). <em><span style="font-style:italic;">“Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.”</span></em> (QS, Al-Insaan 76 : 3).<br />
Kemudian setan berusaha mengaburkan jalan yang benar sehingga jalan yang baik oleh manusia dikira sesat, dan jalan yang sesat dikira benar. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al Baqarah 2 : 216) : <em><span style="font-style:italic;">“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.</span></em>”</p>
<p>Namun tujuan tulisan ini sama sekali bukan untuk menyatakan bahwa akhlak yang baik tidak penting, atau menjadi muslim yang berperilaku buruk lebih baik daripada non-Islam yang baik hati. Tujuan tulian ini agar kita menyadari bahwa Tuhan tidak menuntut dari manusia sekedar akhlak yang baik, tapi juga ada hal lain yang lebih utama dibanding akhlak.</p>
<p><strong><span style="font-weight:bold;">Bahkan Akhlak Seorang Muslim Yang Baik Sekalipun Tidak Cukup Untuk Membuatnya Masuk Surga.</span></strong></p>
<p>Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : &#8220;Kenapa pundakmu itu ?&#8221; Jawab anak muda itu : &#8220;Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya&#8221;. Lalu anak muda itu bertanya: &#8221; Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua?&#8221; Nabi SAW sangat terharu mendengarnya, sambil memeluk anak muda itu ia berkata : &#8220;Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan oleh pengorbanan dan kebaikanmu&#8221;. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita terhadap anaknya. Kita merasa sudah cukup, tapi dalam perhitungan Allah nilai jasa kedua orang tua pada anaknya jauh lebih besar nilainya dari yang dibayangkan manusia. <span>Pasti ada sesuatu perbuatan lain yang harus kita lakukan untuk memperbanyak balas budi kita pada kedua orang tua kita. </span><span>Diantaranya dengan cara menjadi anak yang sholeh dan selalu mendoakan kedua orangtua kita.</p>
<p>Untuk membalas budi kedua orang tua saja kita tidak akan pernah sanggup, apalagi membalas kebaikan Tuhan yang mengkaruniakan kita fitrah kasih sayang pada kedua orang tua kita, yang mengkaruniakan kita mata yang mampu melihat, telinga yang mampu mendengar, lidah yang mampu merasakan kelezatan makanan, yang telah mengkaruniakan kita udara secara gratis.</p>
<p>Ada perspektif yang sama antara hadits tersebut barusan dengan hadits berikut ini. Rasulullah SAW pernah berkata, “Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga”. Lalu para sahabat bertanya: “Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?”. Jawab Rasulullah SAW : “Amal soleh sayapun juga tidak cukup”. Lalu para sahabat kembali bertanya : “Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?” . Nabi SAW kembali menjawab : “Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata”. Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah. Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.</p>
<p>Apa makna dari kedua hadits tersebut diatas ? Yaitu bahwa perbuatan baik (akhlak) dan ibadah kita ternyata tidak mampu untuk mendapatkan tiket ke surga. Hanya karena rahmat-Nya lah kita bisa ke surga. Akhlak dan amal ibadah juga tidak cukup menjamin kita terbebas dari api neraka, hanya ampunan-Nya lah yang bisa membuat kita terbebas dari api neraka. Karena itu kita diminta banyak memohon rahmat dan ampunan Allah.</p>
<p>Pertanyaan berikutnya (dikaitkan dengan judul tulisan ini) adalah apa syaratnya agar doa kita untuk memohon rahmat dan memohon ampunan Allah bisa diterima ?<br />
Tidak semua orang diberi rahmat surga, dan tidak semua orang diberi ampunan dari ancaman neraka. Karena itu Allah menentukan syarat utamanya adalah beriman kepada-Nya dan rasul-Nya (melalui syahadat). Ia harus memiliki aqidah yang benar, memahami siapa Tuhan yang disembahnya dengan benar, apa yang dimaui-Nya, bagaimana cara mencintai-Nya. Inilah syarat utama agar permohonan rahmat dan ampunan kita bisa diterima.</p>
<p><strong><span style="font-weight:bold;">Apakah Benar Anggapan Bahwa Sifat Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang Akan Membuat Allah Tidak Mungkin (Tega) Menghukum Orang Yang Baik Hati ? </span></strong></p>
<p>Di akhirat kelak orang yang tidak beriman kepada Allah akan membawa amal kebaikannya ke hadapan Allah, tapi kemudian Allah tidak menerimanya, seperti tersebut dalam Al Qur’an surat Al Furqan ayat 23, <em><span style="font-style:italic;">“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan”</span></em>.</p>
<p>Ibarat seorang pembantu yang bekerja keras pada majikannya, setiap hari ia bangun pagi membersihkan rumah, mencuci pakaian, menyapu halaman, menjaga keselamatan anak majikan selama majikan bekerja diluar. Namun sang pembantu yang rajin ini ternyata tidak sopan dalam kata dan perilaku, Sang pembantu tidak mau berusaha memperbaiki sikapnya ini pada atasannya, karena ia mempunyai pendapat sendiri tak mungkin majikan akan memecatnya karena ia sudah bekerja sangat keras dan merawat anak-anak majikannya dengan baik. Ia tidak juga berusaha mencari tahu apa yang diinginkan sang majikan. Padahal jelas sang majikan sudah menulis tatatertib dan uraian kerja pembantu rumah tangga, diantaranya disebutkan bahwa kesopanan adalah syarat terpenting bekerja di rumah majikan tersebut. Bahkan terkadang ia sombong dan keras hati serta menyimpulkan sendiri bahwa sebagai orang yang berintelektual tinggi seharusnya majikannya bisa menerima kekurangan sang pembantu. Iapun kaget ketika di akhir bulan, sang majikan memecatnya dengan alasan tidak sopan. Ia protes tapi majikannya punya hak.</p>
<p>Analogi sederhana ini, menyiratkan bahwa agar doa, ampunan, amal dan ibadah kita bisa diterima Allah hendaknya kita mengenal Allah secara baik, melalui perenungan dan makrifatullah. Kitapun sebagai hamba Allah perlu mencari tahu apa sebenarnya syarat utama yang diinginkan Allah agar segala amal ibadah dan akhlak baik kita diterima Allah. Tidak susah mengenal Allah karena karya-Nya ada disekeliling kita, yaitu alam semesta ini, bahkan Ia telah memperkenalkan diri-Nya pada manusia melalui kitab-kitab suci dan ajaran nabi-Nya. Dengan mengenal allah secara baik kita akan tahu bahwa Allah sangatlah penyayang, demikian sabar dengan kelemahan manusia, terlalu banyak kesalahan kita yang dimaafkan-Nya, bahkan kita akan tahu bahwa terlalu berlebihan kalau keimanan, amal ibadah dan kebaikan kita dibalas dengan surga yang luar biasa nikmatnya. Dengan hati yang bersih dan ilmu yang cukup juga akan memudahkan kita memahami mengapa Allah mengancam orang-orang tidak beriman dan yang buruk akhlaknya dengan neraka.</p>
<p>Memahami Allah dengan menggunakan kemampuan akal manusia adalah sia-sia, karena hakikat sifat-sifat Allah tidak dicerna oleh akal manusia, tapi oleh hati manusia. Hati manusia akan membantu kita memahami Allah, karena didalam hati bersemayam fitrah manusia yang salah satunya memiliki sifat-sifat cinta kepada Allah. Hatipun perlu dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran (sifat sombong, dengki, kikir, dsbnya) agar fitrah manusia bisa diaktifkan untuk memahami sifat-sifat Allah dengan baik.</p>
<p><strong><span style="font-weight:bold;">Tanpa Mengenal Sifat Allah Dengan Baik Maka Sia-sialah Akhlak Baik, Amal dan Ibadah Kita</span></strong></p>
<p>Melalui pengenalan yang baik terhadap Allah melalui cara-cara yang diatur dalam Qur’an dan hadits, akan kita temukan bahwa Allah mensyaratkan aqidah Islam yang benar sebelum segala amal ibadahnya diterima.</p>
<p>Aqidah adalah hal yang pokok yang membedakan Islam dengan agama lainnya. Aqidah adalah fondasi bangunan seorang umat Muslim, sedang ibadah (syariah) adalah dinding bangunan seorang Muslim, lalu akhlak adalah atapnya. Tanpa fondasi maka ia pun tidak bisa mendirikan bangunan diri seorang Muslim, tanpa aqidah yang benar dan lurus iapun tidak pantas disebut seorang Muslim. Tanpa ibadah yang sesuai syariah Islam, iapun belum sempurna untuk dikatakan sebagai sebuah bangunan yang bernama Muslim. Demikian pula, tanpa Atap yang bernama akhlak, bangunan yang bernama Muslim ini belum utuh dan akan mudah rusak oleh hujan dan panas. Muslim yang baik wajib memiliki ketiga syarat ini (aqidah, ibadah dan akhlak) secara lengkap, tidak kurang satupun, dan harus sempurna. Bila aqidahnya salah, maka kekal lah ia di neraka, bila ibadah dan akhlak buruk maka ia ‘mungkin’ masih berpeluang masuk surga setelah di’cuci’ dulu di neraka. Semoga kita tidak termasuk sebagai orang yang di’cuci’ dulu, apalagi kekal, di neraka. Mumpung kita masih hidup di dunia ini, semoga kita diberi ilmu oleh Allah SWT mengenai kedahsyatan akhirat dan neraka, supaya kita tidak menggampangkan diri untuk menganggap bahwa di’cuci’ di neraka adalah bukan masalah besar. Tidak untuk sedetikpun ! Naudzu billah min dzalik.</p>
<p>Aqidah adalah apa yang diyakini seseorang, bebas dari keraguan. Aqidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya. Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya kepada sesuatu. Aqidah Islam merupakan syarat pokok menjadi seorang mukmin, dan merupakan syarat sahnya semua amal kita. Untuk memperoleh aqidah yang lurus kita perlu mempelajari dan memahami sifat-sifat Allah dan apa-apa yang disukai dan dibenci Allah. Tanpa aqidah yang lurus maka amal ibadah kita tidak diterima-Nya. Salah satu hal yang paling dibenci Allah SWT adalah syirik, yaitu mensejajarkan diri-Nya dengan makhluk atau benda ciptaan-Nya. Allah berfirman, <em><span style="font-style:italic;">“Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang yang merugi” </span></em>(QS, Az-Zumar: 65).</p>
<p>Aqidah adalah tauqifiyah, artinya tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil, dan tidak ada medan ijtihad atau berpendapat didalamnya. Sumbernya hanya al-Qur’an dan as-Sunnah, sebab tidak ada yang lebih mengetahui tentang sifat-sifat Allah selain Allah sendiri. Aqidah Islamiyah adalah keimanan yang teguh dan bersifat pasti kepada Allah SWT dengan segala pelaksanaan kewajiban, bertauhid dan ta’at kepada-Nya, beriman kepada Malaikat-Malaikat-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Kitab-Kitab-Nya, hari akhir, taqdir baik dan buruk dan mengimani seluruh apa-apa yang sudah shahih tentang Prinsip-Prinsip Agama (Ushuluddin), perkara-perkara yang ghaib, beriman kepada apa yang menjadi ijma’ (konsensus) dari Salafush Shalih, serta seluruh berita-berita qath’i (pasti), baik secara ilmiah maupun secara amaliyah yang telah ditetapkan menurut al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih serta ijma’ Salafush Shalih.</p>
<p>Begitu pentingnya aqidah dalam Islam, sehingga pelurusan aqidah adalah dakwah yang pertama-tama dilakukan para rasul Allah, setelah itu baru mereka mengajarkan perintah agama (syariat) yang lain. Didalam Al Qur’an, surat Al-A’raf ayat 59, 65, 73 dan 85, tertulis beberapa kali ajakan para nabi, <em><span style="font-style:italic;">“Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan selain-Nya”</span></em>. Dengan demikian ilmu Tauhid sebagai ilmu yang menjelaskan aqidah yang lurus, merupakan ilmu pokok yang harus dipahami sebaik mungkin oleh setiap umat Islam yang ingin memperdalam ilmu agamanya. Tanpa aqidah yang benar seseorang akan terbenam dalam keraguan dan berbagai prasangka, yang lama kelamaan akan menutup pandangannya dan menjauhkannya dari jalan hidup kebahagiaan. Tanpa aqidah yang lurus seseorang akan mudah dipengaruhi dan dibuat ragu oleh berbagai informasi yang menyesatkan keimanan kita.</p>
<p></span>Wallahu a’lam bish shawab.</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=38&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/16/benarkah-orang-baik-belum-tentu-masuk-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 03:27:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</guid>
		<description><![CDATA[Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Di bawah naungan rumah tangga yang bersahaja di situlah tinggal sang istri, pahlawan di balik layar pembawa ketenangan dan kesejukan. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda: &#8220;Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah.&#8221; (Lihat Shahih Jami&#8217; Shaghir karya Al-Albani) Di antara keelokan budi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=37&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff0000;font-family:Verdana;">Keharmonisan Rumah Tangga Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam<br />
</span></strong><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Di bawah naungan rumah tangga yang bersahaja di situlah tinggal sang istri, pahlawan di balik layar pembawa ketenangan dan kesejukan. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:<br />
&#8220;Dunia itu penuh dengan kenikmatan. Dan sebaik-baik kenikmatan dunia adalah istri yang shalihah.&#8221; (Lihat Shahih Jami&#8217; Shaghir karya Al-Albani)</p>
<p>Di antara keelokan budi pekerti Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan keharmonisan rumah tangga beliau ialah memanggil &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha dengan nama kesayangan dan mengabarkan kepadanya berita yang membuat jiwa serasa melayang-layang.</p>
<p>Aisyah radhiyallah &#8216;anha menuturkan: &#8220;Pada suatu hari Rasu-lullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam berkata kepadanya:<br />
&#8220;Wahai &#8216;Aisy (panggilan kesayangan &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha ), Malaikat Jibril &#8216;alaihissalam tadi menyampaikan salam buatmu.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Bahkan beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam selaku Nabi umat ini yang paling sempurna akhlaknya dan paling tinggi derajatnya telah memberikan sebuah contoh yang berharga dalam hal berlaku baik kepada sang istri dan dalam hal kerendahan hati, serta dalam hal mengetahui keinginan dan kecemburuan wanita. Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam menempatkan mereka pada kedudukan yang diidam-idamkan oleh seluruh kaum hawa. Yaitu menjadi seorang istri yang memiliki kedudukan terhormat di samping suaminya.</p>
<p>Aisyah radhiyallahu &#8216;anha menuturkan:<br />
Suatu ketika aku minum, dan aku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dan beliau meminumnya dari mulut gelas tempat aku minum. Dalam kesempatan lain aku memakan sepotong daging, lantas beliau mengambil potongan daging itu dan memakannya tepat di tempat aku memakannya.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidaklah seperti yang diduga oleh kaum munafikin atau seperti yang dituduhkan kaum orientalis dengan tuduhan-tuduhan palsu dan pengakuan-pengakuan bathil. Bahkan beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam lebih memilih etika berumah tangga yang paling elok dan sederhana.</p>
<p>Diriwayatkan oleh &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha bahwa ia berkata:<br />
Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam pernah mencium salah seorang istri beliau kemudian berangkat menunaikan shalat tanpa memperbaharui wudhu&#8217;.&#8221; (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)</p>
<p>Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menjelaskan dengan gamblang tingginya kedudukan kaum wanita di sisi beliau. Mereka kaum hawa memiliki kedudukan yang agung dan derajat yang tinggi. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam pernah menjawab pertanyaan &#8216;Amr bin Al-&#8217;Ash radhiyallah &#8216;anhu seputar masalah ini, beliau jelaskan kepadanya bahwa mencintai istri bukanlah suatu hal yang tabu bagi seorang lelaki yang normal.</p>
<p>Amr bin Al-&#8217;Ash radhiyallahu &#8216;anhu pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam : &#8220;Siapakah orang yang paling engkau cintai?&#8221; beliau menjawab: &#8220;&#8216;Aisyah!&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Barangsiapa yang mengidamkan kebahagiaan rumah tangga, hendaklah ia memperhatikan kisah- kisah &#8216;Aisyah radhiyallah &#8216;anha bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam. Bagaimana kiat-kiat Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam membahagiakan &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha.</p>
<p>Dari &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha ia berkata:<br />
&#8220;Aku biasa mandi berdua bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dari satu bejana.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Rasulullah tidak melewatkan kesempatan sedikit pun kecuali beliau manfaatkan untuk membahagiakan dan menyenangkan istri melalui hal-hal yang dibolehkan.</p>
<p>Aisyah radhiyallah &#8216;anha mengisahkan:<br />
Pada suatu ketika aku ikut bersama Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam dalam sebuah lawatan. Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: &#8220;Kemarilah! sekarang kita berlomba lari.&#8221; Aku pun meladeninya dan akhirnya aku dapat mengungguli beliau. Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga pada kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan akhirnya beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: &#8220;Inilah penebus kekalahan yang lalu!&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>Sungguh! merupakan sebuah bentuk permainan yang sangat lembut dan sebuah perhatian yang sangat besar. Beliau perintahkan rombongan untuk berangkat terlebih dahulu agar beliau dapat menghibur hati sang istri dengan mengajaknya berlomba lari. Kemudian beliau memadukan permainan yang lalu dengan yang baru, beliau berkata: &#8220;Inilah penebus kekalahan yang lalu!&#8221;</p>
<p>Bagi mereka yang sering bepergian melanglang buana serta memperhatikan keadaan orang-orang yang terpandang pada tiap-tiap kaum, pasti akan takjub terhadap perbuatan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia, pemimpin yang selalu berjaya, keturunan terhormat suku Quraisy dan Bani Hasyim. Pada saat-saat kejayaan, beliau kembali dari sebuah peperangan dengan membawa kemenangan bersama rombongan pasukan besar. Meskipun demikian, beliau tetap seorang yang penuh kasih sayang dan rendah hati terhadap istri-istri beliau para Ummahaatul Mukiminin radhiyallah &#8216;anhu. Kedudukan beliau sebagai pemimpin pasukan, perjalanan panjang yang ditempuh, serta kemenangan demi kemenangan yang diraih di medan pertempuran, tidak membuat beliau lupa bahwa beliau didampingi para istri-istri kaum hawa yang lemah yang sangat membutuhkan sentuhan lembut dan bisikan manja. Agar dapat menghapus beban berat perjalanan yang sangat meletihkan.</p>
<p>Diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa ketika Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam kembali dari peperangan Khaibar, beliau menikahi Shafiyyah binti Huyaiy radhiyallahu &#8216;anha. Beliau shallallahu &#8216;alaihi wasallam mengulurkan tirai di dekat unta yang akan ditunggangi untuk melindungi Shafiyyah radhiyallah &#8216;anha dari pandangan orang. Kemudian beliau duduk bertumpu pada lutut di sisi unta tersebut, beliau persilakan Shafiyyah radhiyallah &#8216;anha untuk naik ke atas unta dengan bertumpu pada lutut beliau.</p>
<p></span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Pemandangan seperti ini memberikan kesan begitu mendalam yang menunjukkan ketawadhu&#8217;an beliau. Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam selaku pemimpin yang berjaya dan seorang Nabi yang diutus- memberikan teladan kepada umatnya bahwa bersikap tawadhu&#8217; kepada istri, mempersilakan lutut beliau sebagai tumpuan, membantu pekerjaan rumah, membahagiakan istri, sama sekali tidak mengurangi derajat dan kedudukan beliau. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=37&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/keharmonisan-rumah-tangga-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Canda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/canda-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/canda-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 02:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/canda-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</guid>
		<description><![CDATA[Canda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang pemimpin yang sangat memperhatikan urusan umat dan seluruh pasukannya. Beliau juga sangat perhatian terhadap bawahan serta anggota keluarga. Disamping itu beliau juga tetap menjaga amal ibadah serta wahyu yang diturunkan. Dan banyak lagi urusan lain yang beliau perhatikan. Sungguh merupakan amal yang sangat agung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=36&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff0000;font-family:Verdana;">Canda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam </span></strong><font color="#ff0000"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span></font><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam adalah seorang pemimpin yang sangat memperhatikan urusan umat dan seluruh pasukannya. Beliau juga sangat perhatian terhadap bawahan serta anggota keluarga. Disamping itu beliau juga tetap menjaga amal ibadah serta wahyu yang diturunkan. Dan banyak lagi urusan lain yang beliau perhatikan. Sungguh merupakan amal yang sangat agung dalam rangka memenuhi tuntutan kehidupan dan membangkitkan motivasi, yang tidak akan mampu dilaksanakan oleh sembarang orang. Namun Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam meletakkan setiap hak pada tempatnya. Beliau tidak akan mengurangi hak orang lain atau meletakkan hak tersebut tidak pada tempatnya. Meskipun sangat banyak beban dan pekerjaan, namun beliau tetap memberikan tempat bagi anak-anak kecil dihatinya. Beliau sering mengajak mereka bercanda dan bersenda gurau, mengambil hati mereka dan membuat mereka senang.</p>
<p>Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: &#8220;Para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam : &#8220;Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?&#8221; Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: &#8220;Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar.&#8221; (HR. Ahmad).</p>
<p>Anas Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita salah satu bentuk canda Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam, ia berkata: &#8220;Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam pernah memanggilnya dengan sebutan: &#8220;Wahai pemilik dua telinga!&#8221; (maksudnya bergurau dengannya) (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Anas Radhiallaahu anhu mengisahkan: &#8220;Ummu Sulaim Radhiallaahu anha mempunyai seorang putra yang bernama Abu &#8216;Umair. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sering bercanda dengannya setiap kali beliau datang. Pada suatu hari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam datang mengunjunginya untuk bercanda, namun tampaknya anak itu sedang sedih.</p>
<p>Mereka berkata:<br />
Wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , burung yang biasa diajaknya bermain sudah mati.&#8221; Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas bercanda dengannya, beliau berkata:<br />
&#8220;Wahai Abu &#8216;Umair, apakah gerangan yang sedang dikerjakan oleh burung kecil itu?&#8221; (HR. Abu Daud)</p>
<p>Demikian pula dengan para sahabat Radhiallaahu anhum, salah satu di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: &#8220;Ada seorang pria dusun bernama Zahir bin Haram. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sangat menyukainya. Hanya saja tampangnya jelek. Pada suatu hari, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menemuinya sewaktu ia menjual barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memeluknya dari belakang sehingga ia tidak dapat melihat beliau. Ia pun berkata: &#8220;Lepaskan aku! Siapakah ini?&#8221; Setelah menoleh ia pun mengetahui ternyata yang memeluknya adalah Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk merapatkan punggungnya ke dada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas berkata: &#8220;Siapakah yang sudi membeli hamba sahaya ini?&#8221; Iapun berkata: &#8220;Demi Allah wahai Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , kalau demikian aku tidak akan laku dijual!&#8221; Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam membalas: &#8220;Justru engkau di sisi Allah sangat mahal harganya!&#8221; (HR. Ahmad)</p>
<p>Sungguh merupakan akhlak yang terpuji dari baginda Nabi yang mulia dan luhur budi pekertinya Shalallaahu alaihi wasalam .<br />
Meskipun beliau bersikap luwes terhadap keluarga dan kaumnya, namun tetap ada batasannya. Beliau tidaklah melampaui batas bila tertawa, beliau hanya tersenyum. Sebagaimana yang dituturkan &#8216;Aisyah Radhiallaahu anha :<br />
&#8220;Belum pernah aku melihat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan anak lidah beliau. Namun beliau hanya tersenyum.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Meskipun beliau selalu bermuka manis dan elok dalam perrgaulan, namun bila peraturan-peraturan Allah dilanggar, wajah beliau akan memerah karena marah. &#8216;Aisyah Radhiallaahu anha menuturkan kepada kita: &#8220;Pada suatu ketika, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam baru kembali dari sebuah lawatan. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Sebelumnya aku telah menirai pintu rumahku dengan korden tipis yang bergambar. Ketika melihat gambar itu Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam langsung merobeknya hingga berubah rona wajah beliau seraya berkata:<br />
&#8220;Wahai &#8216;Aisyah, sesungguhnya orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah orang-orang yang meniru-niru ciptaan Allah.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih) </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=36&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/canda-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidur Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/tidur-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/tidur-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 02:53:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/tidur-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</guid>
		<description><![CDATA[Tidur Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Ubay bin Ka&#8217;Ab Radhiallaahu anhu menuturkan kepada kita bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda: &#8220;Jika salah seorang di antara kamu mendatangi pembaringannya, hendaklah mengibaskan kasurnya dengan ujung kain (untuk membersihkannya) serta sebutlah asma Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala Sebab ia tidak tahu kotoran apa yang melekat pada kasurnya itu sepening-galnya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=35&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff0000;font-family:Verdana;">Tidur Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam </span></strong><font color="#ff0000"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span></font><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Ubay bin Ka&#8217;Ab Radhiallaahu anhu menuturkan kepada kita bahwa Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:<br />
&#8220;Jika salah seorang di antara kamu mendatangi pembaringannya, hendaklah mengibaskan kasurnya dengan ujung kain (untuk membersihkannya) serta sebutlah asma Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala Sebab ia tidak tahu kotoran apa yang melekat pada kasurnya itu sepening-galnya. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Jika hendak berbaring, hendaklah berbaring dengan bertelekan pada rusuk kanan. Dan hendaklah mengucapkan:</p>
<p>&#8220;Maha suci Engkau Ya Allah Ya Rabbi, dengan menyebut nama-Mu aku meletakkan tubuhku, dan dengan nama-Mu jua aku mengangkatnya kembali. Jika Engkau mengambil ruhku (jiwaku), maka berilah rahmat padanya. Tetapi, bila Engaku melepas-kannya, maka peliharalah, sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Di antara bimbingan yang beliau ajarkan kepada setiap muslim dan muslimah adalah:<br />
&#8220;Jika kamu mendatangi pembaringanmu, hendaklah berwudhu&#8217; sebagaimana engkau berwudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah dengan bertelekan pada rusuk kananmu.&#8221;</p>
<p>Diriwayatkan dari &#8216;Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata:<br />
Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak tidur di pembaring-annya pada tiap malam, beliau merapatkan kedua telapak tangannya. Lalu meniupnya dan membaca surat Al-Ikhlas (Qul Huwallaahu Ahad), surat Al-Falaq (Qul A&#8217;uudzu birabbil Falaq) dan surat An-Naas (Qul A&#8217;uudzu birabbin Naas). Kemudian beliau mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengan kedua telapak tangannya itu. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.&#8221; (HR. Bukhari)</p>
<p>Anas bin Malik Radhiallaahu anhu meriwayatkan: &#8220;Setiap kali Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam hendak tidur di pembaringannya beliau selalu berdoa:<br />
&#8220;Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan, memberi kami minum dan memberi kami kecukupan dan tempat berteduh. Betapa banyak orang yang tidak mempunyai Tuhan yang mem-berikan kecukupan dan tempat berteduh.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Dari Abu Qatadah Radhiallaahu anhu ia berkata:<br />
&#8220;Sesungguhnya bila Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam beristirahat dalam perjalanannya di malam hari, beliau berbaring dengan bertelekan pada rusuk kanan. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Dan apabila beliau beristirahat pada waktu menjelang subuh, beliau tegakkan lengan dan beliau letakkan kepala di atas telapak tangan.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Meskipun anugrah yang Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala curahkan kepada kita begitu banyak, namun cobalah lihat wahai saudaraku, kasur yang dipakai penghulu para Nabi, penutup para rasul, makhluk yang paling utama, sebaik-baik bani adam di atas muka bumi. Diriwayatkan oleh &#8216;Aisyah Radhiallaahu anhu ia berkata:<br />
&#8220;Sesungguhnya kasur yang dipakai oleh Rasulullah r hanyalah terbuat dari kulit binatang (yang telah disamak) yang diisi dengan sabut kurma.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Pada suatu ketika, beberapa orang sahabat Radhiallaahu anhum datang menemui beliau, berikut juga Umar Radhiallaahu anhu. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam lantas bangkit merubah posisinya, Umar Radhiallaahu anhu melihat tidak ada kain yang melindungi tubuh Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam  dari tikar yang dipakainya berbaring. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Ternyata tikar tersebut membekas pada tubuh beliau Shalallaahu alaihi wasalam . Melihat pemandangan itu Umar Radhiallaahu anhu pun menangis. Rasulullah Shallallahu&#8217;alaihi wasallam bertanya kepadanya: &#8220;Apakah gerangan yang membuatmu menangis wahai Umar?&#8221; ia menjawab: &#8220;Demi Allah, karena saya tahu bahwa engkau tentu lebih mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala daripada raja Kisra maupun Kaisar. Mereka dapat berpesta pora di dunia sesuka hatinya. Sedangkan Engkau adalah seorang Utusan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala namun keadaan engkau sungguh sangat memprihatinkan sebagaimana yang aku saksikan sekarang,&#8221; Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: &#8220;Tidakkah engkau ridha wahai Umar, kemegahan dunia ini diberikan bagi mereka, sedangkan pahala akhirat bagi kita!&#8221; Umar Radhiallaahu anhu menjawab: &#8220;Tentu saja!&#8221; &#8220;Demikianlah adanya!&#8221; jawab Nabi.&#8221; (HR. Ahmad) </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=35&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/tidur-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Malam Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-malam-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-malam-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 02:52:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-malam-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</guid>
		<description><![CDATA[Shalat Malam Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Malam telah datang menjelang di langit kota Madinah, suasana gelap menyelimuti jagad raya. Namun Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menerangi sudut-sudut kota dan menghidupkan malamnya. Beliau bermunajat kepada Allah Ta&#8217;ala Rabb alam semesta. Beliau memohon kepada Dzat yang mengurus segala perkara guna melaksanakan perintah Sang Pencipta: &#8220;Hai orang yang berselimut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=34&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff0000;font-family:Verdana;">Shalat Malam Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam </span></strong><font color="#ff0000"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span></font><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Malam telah datang menjelang di langit kota Madinah, suasana gelap menyelimuti jagad raya. Namun Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menerangi sudut-sudut kota dan menghidupkan malamnya. Beliau bermunajat kepada Allah Ta&#8217;ala Rabb alam semesta. Beliau memohon kepada Dzat yang mengurus segala perkara guna melaksanakan perintah Sang Pencipta:<br />
&#8220;Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, Dan bacalah Al-Qur&#8217;an itu dengan perlahan-lahan.&#8221; (Al-Muzzammil: 1-4)</p>
<p>Abu Hurairah Radhiallahu anhu menceritakan:<br />
Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam biasa mengerjakan shalat malam hingga membengkak kedua telapak kakinya. Ada yang bertanya kepada beliau: &#8220;Wahai Rasulullah, mengapa Anda melakukan sedemikian itu, bukankah Allah telah mengampuni segala dosa Anda yang lalu maupun yang akan datang?&#8221; beliau menjawab: &#8220;Bukankah selayaknya aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?&#8221; (HR. Ibnu Majah).</p>
<p>Al-Aswad bin Yazid berkata: &#8220;Aku pernah bertanya kepada &#8216;Aisyah Radhiallaahu anha tentang shalat malam Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . &#8216;Aisyah menjawab: &#8220;Biasanya beliau tidur di awal malam, kemudian tengah malamnya beliau bangun mengerjakan shalat malam. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Bila merasa ada keperluan beliau segera menemui istri. Beliau segera bangkit begitu mendengar seruan azan. Beliau segera mandi bila dalam keadaan junub. Jika tidak, maka beliau segera berwudhu&#8217; lalu berangkat (ke masjid untuk) shalat.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Shalat malam beliau sangat mengagumkan, ada baiknya kita ketahui panjang ayat yang dibacanya. Semoga dapat kita jadikan contoh dan teladan.</p>
<p>Abu Abdillah Hudzaifah ibnul Yaman Radhiallaahu anhu mengisahkan:<br />
Pada suatu malam, aku pernah shalat tahajjud bersama Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Beliau mengawali shalat dengan membaca surat Al-Baqarah, saya berkata di dalam hati, &#8220;Mungkin setelah membaca kira-kira seratus ayat, ternyata beliau terus tidak berhenti, saya berkata lagi di dalam hati, &#8220;Mungkin, beliau selesaikan pembacaan surat Al-Baqarah. Dalam satu raka&#8217;at ternyata beliau terus memulai surat Ali Imron kemudian terus mem-bacanya saya berbicara di dalam hati: (mungkin) beliau mau ruku setelah selesai Ali-Imron, ternyata beliau terus membaca surat An Nisa sampai habis. Beliau membaca surat-surat tersebut dengan bacaan tartil. Setiap kali membaca ayat yang menyebutkan kemahasucian Allah Ta’ala beliau selalu bertasbih (mengucapkan subhanallah). Setiap kali membaca ayat yang berisikan permohonan, beliau pasti berdoa. Setiap kali membaca ayat yang menyebutkan permintaan berlindung diri kepada Allah Ta’ala, beliau segera mengucapkan ta&#8217;awwudz. Ketika ruku&#8217; beliau membaca:</p>
<p>Subhaana Rabbiyal ‘Adzhiim ( &#8220;Maha Suci Rabbku Yang Maha Agung.&#8221; )</p>
<p>Lama ruku&#8217; beliau hampir sama dengan lama ber-diri. Kemudian beliau mengucapkan:<br />
Sami’allahuliman hamidah, Rabbana lakal hamdu<br />
&#8220;Allah Maha mendengar terhadap hamba yang memuji-Nya. Ya Rabb kami, segala puji bagi-Mu.&#8221;</p>
<p>Kemudian beliau tegak berdiri (i&#8217;tidal), hampir sama lamanya dengan ruku&#8217;. Kemudian beliau sujud dan membaca:<br />
Subhaana Rabbiyal ‘A’la ( &#8220;Maha Suci Rabbku Yang Maha Luhur.&#8221; )<br />
Lama sujud beliau hampir sama dengan lama i&#8217;tidal.&#8221; (HR. Muslim) </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=34&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-malam-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Fajar Menyingsing</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/ketika-fajar-menyingsing/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/ketika-fajar-menyingsing/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 02:52:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/ketika-fajar-menyingsing/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Fajar Menyingsing Setelah keheningan malam mulai memecah, seiring dengan fajar yang mulai merekah, saat kewajiban shalat shubuh selesai ditunaikan, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tetap duduk di tempat selepas shalat shubuh untuk berdzikir menyebut asma Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala sampai terbit matahari. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat. Jabir bin Samurah Radhiallaahu anhu menceritakan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=33&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff0000;font-family:Verdana;">Ketika Fajar Menyingsing </span></strong><font color="#ff0000"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span></font><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Setelah keheningan malam mulai memecah, seiring dengan fajar yang mulai merekah, saat kewajiban shalat shubuh selesai ditunaikan, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tetap duduk di tempat selepas shalat shubuh untuk berdzikir menyebut asma Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala sampai terbit matahari. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat. Jabir bin Samurah Radhiallaahu anhu menceritakan kepada kita:<br />
Biasanya Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selalu duduk di tempat shalat seusai menunaikan shalat subuh sampai matahari benar-benar meninggi.&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam menganjurkan umatnya agar meng-amalkan sunnah yang agung tersebut. Beliau menyebutkan pahala dan balasan yang besar bagi orang yang meng-amalkannya.</p>
<p>Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:<br />
&#8220;Barang siapa yang ikut shalat fajar berjamaah di masjid, lalu duduk berdzikir mengingat Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala sampai matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat, maka baginya pahala bagaikan orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah dengan sempurna, sempurna dan sempurna.&#8221; (HR. At-Tirmidzi) </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=33&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/ketika-fajar-menyingsing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Dhuha Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-dhuha-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-dhuha-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 02:51:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-dhuha-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/</guid>
		<description><![CDATA[Shalat Dhuha Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam Matahari telah meninggi, terik cahayanya pun mulai menyengat. jilatan panasnya seakan membakar wajah. Waktu dhuha telah tiba. Waktu untuk bekerja dan menunaikan kebutuhan. Meskipun beban risalah begitu berat seperti, menjamu duta-duta yang datang berkunjung, memberikan ta&#8217;lim (pengarahan) kepada para sahabat Radhiallaahu anhum serta menunaikan hak keluarga, namun beliau tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=32&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff0000;font-family:Verdana;">Shalat Dhuha Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam </span></strong><font color="#ff0000"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span></font><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Matahari telah meninggi, terik cahayanya pun mulai menyengat. jilatan panasnya seakan membakar wajah. Waktu dhuha telah tiba. Waktu untuk bekerja dan menunaikan kebutuhan. Meskipun beban risalah begitu berat seperti, menjamu duta-duta yang datang berkunjung, memberikan ta&#8217;lim (pengarahan) kepada para sahabat Radhiallaahu anhum serta menunaikan hak keluarga, namun beliau tidak pernah lupa beribadah kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala .</p>
<p>Mu&#8217;adzah berkata: &#8220;Aku bertanya kepada &#8216;Aisyah Radhiallaahu anha: &#8220;Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam sering mengerjakan shalat Dhuha?&#8221; ia menjawab: &#8220;Tentu, beliau sering mengerjakan shalat Dhuha empat rakaat bahkan lebih dari itu seluang waktu yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala .&#8221; (HR. Muslim)</p>
<p>Bahkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga mewasiatkan hal itu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu ia berkata:<br />
Kekasihku (Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam ) telah mewasiatkan kepadaku agar berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, agar mengerjakan shalat duha dan agar aku mengerjakan shalat witir sebelum tidur.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih) </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=32&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-dhuha-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shalat Sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam di Rumah</title>
		<link>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-sunnah-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam-di-rumah/</link>
		<comments>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-sunnah-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam-di-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Nov 2007 02:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>olievia</dc:creator>
				<category><![CDATA[muhammad SAW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-sunnah-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam-di-rumah/</guid>
		<description><![CDATA[Shalat Sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam di Rumah Rumah yang tegak di atas pilar-pilar keimanan, penuh dengan ibadah dan dzikir, itulah rumah idaman. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mewasiatkan agar rumah kita seperti itu. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam bersabda: &#8220;Lakukanlah beberapa shalat-shalat sunnah di rumahmu. Jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan.&#8221; (HR. Al-Bukhari) Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=31&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin:0;"><strong><span style="font-size:10pt;color:#ff0000;font-family:Verdana;">Shalat Sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam di Rumah </span></strong><font color="#ff0000"><span style="font-size:10pt;font-family:Verdana;"><br />
</span></font><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;"><br />
Rumah yang tegak di atas pilar-pilar keimanan, penuh dengan ibadah dan dzikir, itulah rumah idaman. </span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mewasiatkan agar rumah kita seperti itu. Beliau Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:<br />
&#8220;Lakukanlah beberapa shalat-shalat sunnah di rumahmu. Jangan jadikan rumahmu bagaikan kuburan.&#8221; (HR. Al-Bukhari)</p>
<p>Ibnul Qayyim –rahimahullah- berkata: &#8220;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam mengerjakan seluruh shalat-shalat sunnat di rumah. Demikian pula shalat sunnah yang tidak berkaitan dengan tempat tertentu, beliau lebih suka mengerjakannya di rumah. Terutama shalat sunnat ba&#8217;diyah maghrib, tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau pernah mengerjakannya di masjid. Ada beberapa faidah mengerjakan shalat sunnah di rumah, di antaranya:</p>
<p>1. Meneladani sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam .<br />
2. Mengajarkan tata cara shalat kepada istri dan anak-anak.<br />
</span><span style="font-size:10pt;color:black;font-family:Verdana;">3. Mengusir setan-setan dari rumah disebabkan dzikir dan tilawah Al-Quran.<br />
4. Lebih membantu dalam mencapai ibadah yang ikhlas dan jauh dari penyakit riya&#8217;</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/olievia.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/olievia.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/olievia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/olievia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/olievia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/olievia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/olievia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/olievia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/olievia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/olievia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/olievia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/olievia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/olievia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/olievia.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/olievia.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/olievia.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=olievia.wordpress.com&amp;blog=2018784&amp;post=31&amp;subd=olievia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://olievia.wordpress.com/2007/11/14/shalat-sunnah-rasulullah-shalallaahu-alaihi-wasalam-di-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d0d85f54efedce23df6f0f4388735f0d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">olievia</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
